Hari Zoonosis Sedunia: Saatnya Belajar dari Makhluk yang Sering Kita Abaikan
Setiap tanggal 6 Juli, dunia memperingati Hari Zoonosis Sedunia (World Zoonoses Day). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan manusia dan hewan, serta memahami bahwa keduanya saling berkaitan.
Bagi seorang Muslim, momen ini juga dapat menjadi kesempatan untuk merenungkan bagaimana Islam memandang hewan. Menariknya, Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga berkali-kali menyebut berbagai jenis hewan sebagai bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.
Ada surah yang dinamai Al-Baqarah (Sapi), An-Nahl (Lebah), An-Naml (Semut), Al-‘Ankabut (Laba-laba), hingga Al-Fil (Gajah). Hal ini menunjukkan bahwa hewan bukan sekadar pelengkap kehidupan, melainkan bagian dari ciptaan Allah yang mengandung pelajaran bagi manusia.
Lalu, mengapa Al-Qur’an begitu sering menyebut hewan? Apa hikmah di baliknya?
Hewan Adalah Tanda Kebesaran Allah
Setiap Makhluk Memiliki Tujuan
Allah SWT menciptakan seluruh makhluk dengan hikmah. Tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang sia-sia, termasuk hewan yang hidup di darat, laut, maupun udara.
Melalui keberagaman hewan, manusia diajak menyadari betapa luas ilmu dan kekuasaan Allah. Bentuk tubuh yang berbeda, kemampuan bertahan hidup, hingga cara mereka berkembang biak menunjukkan betapa sempurnanya penciptaan Allah.
Semakin kita mempelajari makhluk hidup, semakin kita memahami bahwa alam semesta tidak terjadi secara kebetulan.
Hewan Juga Bertasbih kepada Allah
Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa seluruh makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah sesuai dengan cara yang Dia kehendaki.
Meskipun manusia tidak memahami bagaimana cara hewan bertasbih, hal itu mengingatkan kita bahwa seluruh alam semesta tunduk kepada Sang Pencipta.
Ironisnya, manusia yang diberi akal justru terkadang lebih sering lalai mengingat Allah dibandingkan makhluk lain yang selalu patuh kepada-Nya.
Setiap Hewan Membawa Pelajaran Kehidupan
Lebah Mengajarkan Kerja Sama
Surah An-Nahl mengingatkan kita pada salah satu makhluk kecil yang menghasilkan manfaat luar biasa.
Lebah hidup dengan disiplin, bekerja sama, dan menghasilkan madu yang bermanfaat bagi manusia.
Dari lebah, kita belajar bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat melahirkan sesuatu yang membawa kebaikan bagi banyak orang.
Semut Mengajarkan Kepedulian
Dalam Surah An-Naml, diceritakan bagaimana seekor semut memperingatkan koloninya agar menghindar ketika pasukan Nabi Sulaiman AS datang.
Kisah ini menunjukkan bahwa makhluk kecil pun memiliki kepedulian terhadap sesamanya.
Bagi manusia, ini menjadi pelajaran untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjaga satu sama lain.
Burung Mengajarkan Tawakal
Burung setiap pagi keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar, lalu kembali dengan perut kenyang.
Rasulullah ﷺ menjadikan burung sebagai contoh tentang tawakal. Burung tetap berusaha mencari makanan, tetapi juga berserah diri kepada Allah atas hasilnya.
Tawakal bukan berarti diam, melainkan berusaha sebaik mungkin lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Islam Mengajarkan Kasih Sayang kepada Hewan
Menyakiti Hewan Bukan Akhlak Seorang Muslim
Islam mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya diberikan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan.
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar hewan diperlakukan dengan baik, tidak disiksa, tidak dibebani secara berlebihan, dan tetap diberi makan serta minum dengan layak.
Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap hewan merupakan bagian dari akhlak mulia seorang Muslim.
Menjaga Kesehatan Hewan Juga Penting
Hari Zoonosis Sedunia mengingatkan bahwa kesehatan manusia tidak dapat dipisahkan dari kesehatan hewan dan lingkungan.
Merawat hewan peliharaan, menjaga kebersihan kandang, memperhatikan kesehatan ternak, serta menerapkan pola hidup bersih merupakan bentuk ikhtiar yang dianjurkan.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan melakukan usaha terbaik untuk mencegah mudarat. Nilai-nilai tersebut selaras dengan upaya menjaga kesehatan bersama.
Hewan Mengajarkan Kerendahan Hati
Manusia sering merasa sebagai makhluk paling hebat karena memiliki akal.
Namun, banyak kemampuan hewan yang hingga kini masih menjadi bahan penelitian para ilmuwan.
Burung dapat bermigrasi ribuan kilometer tanpa tersesat.
Lebah mampu membangun sarang dengan struktur yang sangat efisien.
Semut bekerja dalam koloni dengan pembagian tugas yang teratur.
Semua itu menjadi pengingat bahwa ilmu manusia masih sangat terbatas dibandingkan ilmu Allah SWT.
Semakin banyak kita belajar tentang makhluk ciptaan-Nya, semakin tumbuh rasa rendah hati dan kekaguman kepada Sang Pencipta.
Jadikan Hewan sebagai Sarana Tadabbur
Saat melihat burung terbang, kucing yang sedang bermain, atau semut yang berbaris membawa makanan, jangan hanya melihatnya sebagai pemandangan biasa.
Cobalah bertanya dalam hati, “Pelajaran apa yang Allah ingin tunjukkan melalui makhluk ini?”
Cara pandang seperti inilah yang diajarkan Al-Qur’an: melihat alam bukan sekadar dengan mata, tetapi juga dengan hati yang mau merenung.
Semakin sering kita bertadabbur terhadap ciptaan Allah, semakin kuat pula keimanan kita kepada-Nya.
Penutup
Mengapa Al-Qur’an berkali-kali menyebut hewan? Karena di balik setiap makhluk terdapat pelajaran yang tidak ternilai. Hewan mengajarkan tentang kerja sama, kepedulian, tawakal, kedisiplinan, hingga kasih sayang.
Hari Zoonosis Sedunia menjadi pengingat bahwa manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung. Menjaga kesehatan hewan, memperlakukan mereka dengan baik, dan merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi.
Semoga setiap kali kita melihat makhluk ciptaan Allah, kita tidak hanya mengagumi keunikannya, tetapi juga mengambil hikmah yang dapat mendekatkan hati kepada-Nya. Sebab, di balik makhluk yang sering dianggap biasa, tersimpan pelajaran luar biasa bagi siapa saja yang mau berpikir dan merenung.
Dibawah ini ada rekomendasi aplikasi untuk menghafal Al-Qur’an :







