Setiap tahun, umat Islam menyambut datangnya bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari yang paling istimewa dalam bulan ini adalah 10 Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura.
Hari Asyura bukan sekadar tanggal dalam kalender Hijriah. Di baliknya terdapat sejarah, hikmah, dan kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh. Rasulullah ﷺ bahkan memberikan perhatian khusus terhadap hari ini dan menganjurkan umatnya untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.
Lalu, apa saja amalan sunnah yang bisa dilakukan di Hari Asyura? Berikut lima di antaranya.
1. Menjalankan Puasa Asyura
Amalan yang paling utama pada tanggal 10 Muharram adalah puasa Asyura.
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu, dengan izin Allah.
Agar berbeda dengan kebiasaan kaum Yahudi pada masa itu, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan untuk menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a). Jika memungkinkan, sebagian ulama juga membolehkan menambah puasa pada tanggal 11 Muharram.
Jadi, jika memiliki kesempatan, usahakan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram agar memperoleh keutamaan sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
2. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Hari-hari mulia adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak mengingat Allah.
Isi Hari Asyura dengan membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, serta memperbanyak doa. Tidak perlu menunggu memiliki doa yang panjang. Bahkan doa sederhana yang dipanjatkan dengan hati yang ikhlas jauh lebih bermakna daripada banyak kata tanpa kekhusyukan.
Luangkan beberapa menit untuk bermunajat kepada Allah, memohon ampunan, kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.
3. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Hari Asyura juga menjadi momen yang tepat untuk kembali mendekat kepada Al-Qur’an.
Tidak harus mengkhatamkan satu juz dalam sehari. Mulailah dari beberapa halaman atau beberapa ayat, lalu renungkan maknanya.
Membaca Al-Qur’an bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memberikan ketenangan hati. Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk kehidupan, beberapa menit bersama Al-Qur’an bisa menjadi “istirahat” terbaik bagi jiwa.
4. Bersedekah kepada Sesama
Muharram adalah bulan yang penuh keberkahan. Salah satu cara menyambutnya adalah dengan memperbanyak sedekah.
Sedekah tidak selalu harus berupa uang dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada tetangga, membantu orang yang membutuhkan, berbagi kepada anak yatim, atau bahkan sekadar mentraktir teman juga termasuk bentuk kebaikan.
Sering kali, kebahagiaan terbesar justru datang ketika kita mampu membuat orang lain tersenyum.
5. Memperbanyak Amal Kebaikan
Hari Asyura adalah kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dalam berbagai bentuk.
Misalnya, menyambung silaturahmi, membantu orang tua, memaafkan kesalahan orang lain, menjaga lisan, atau melaksanakan salat sunnah.
Jangan terpaku pada satu amalan saja. Setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Bayangkan Hari Asyura seperti sebuah “ladang subur”. Semakin banyak benih kebaikan yang kita tanam, semakin besar pula harapan untuk memanen pahala di kemudian hari.
Penutup
Hari Asyura bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Momen yang datang hanya sekali dalam setahun ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan mengumpulkan amal saleh.
Jangan khawatir jika belum mampu melakukan semuanya. Mulailah dari amalan yang paling mudah. Bisa jadi, satu langkah kecil yang dilakukan dengan penuh keikhlasan lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang dilakukan tanpa kesungguhan.
Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk bertemu Hari Asyura, memudahkan kita menghidupkannya dengan amalan-amalan sunnah, dan menerima setiap kebaikan yang kita lakukan. Aamiin.
Dibawah ini ada rekomendasi aplikasi untuk menghafal Al-Qur’an :



